Lupakan Kesalahannya, Lupakan Keburukannya, Dan Berbaik Sangkalah Pada Hijrahnya !
Banyak diantara kita yang kadang merasa sangat lebih baik dari orang lain, sehingga menjudge, menghina, dan mengejek seseorang yang hijrahnya belum benar-benar baik dilakukannya dengan mudah.
Terlebih seseorang yang dulunya memang pernah terjatuh dalam kehidupan yang kelam dan penuh dengan dosa, kadang kita masih berkata “ah, bentar lagi juga balik pada kehidupannya yang dulu”. Padahal, jikalau sudah melihatnya sudah baik doakan ia agar semakin mantap dengan hijrahnya.
Kita tidak harus sejahat itu menghakimi orang lain, seharusnya kita lupakan ksalahannya, lupakan keburukannya, dan berbaik sangkalah pada hijrahnya.
Hanya Karena Dia Pernah Melakukan Kesalahan, Bukan Berarti Dia Tidak Bisa Berubah dan Tidak Pantas Dimaafkan
Lagipula, apa sih untungnya kita menghakimi dia? lantaran apapun kesalahannya di masa kemudian yaitu urusan Allah. Kita sebagai manusia yang kata orang telah baik belum tentu berdasarkan Allah juga baik, lantaran itulah mengapa kita jangan sombong merasa telah lebih baik.
Jangan merasa paling suci, apalagi dikala tahu bahwa seseorang itu pendosa berat di masa lalu, lantaran bagaimanapun kesalahannya bukan berarti ia tidak bisa berubah dan tidak pantas dimaafkan.
Berpikirlah Bijaksana, Sebab Bila Memang Dia Telah Berubah Itu Artinya Allah Telah Memberinya Hidayah
Jangan membiasakan diri memandang sebeah mata, lantaran hingga kapanpun tidak akan pernah jelas. Dan berpikirlah bijaksana, dimana kita harus selalu berpikir dan berprasangka baik.
Karena, bila memang orang tersebut telah berubah, telah menentukan hijrah, itu artinya Allah telah memberinya hidayah, dan tentunya dialah termasuk orang yang Allah sayang, hingga diberi kesempatan untuk mendekat kembali kepada-Nya.
Allah Menyayanginya, Sebab Itulah Dia Disentuh-Nya Dengan Hidayah. Tugasmu Adalah Menerimanya Dengan Penun Syukur
Iya, artinya Allah menyayanginya, walau berdasarkan kita ia yaitu pendosa dan andal maksiat di masa lalu, tapi dikala ia berubah itu bukti bahwa ia termasuk orang-orang yang Allah cinta kasihi.
OLeh lantaran itu ia Allah sentuh dengan hidayah-Nya, dengan kebaikan-Nya, hingga balasannya terketuk untuk bertaubat dan kembali ke jalan benar. Lantas kiprah kita apa? kiprah kita yaitu menerimanya dengan penuh rasa syukur, lantaran bertambah lagi sobat kita menuju jalan-Nya.
Jangan Ungkit Lagi Masa Lalu Kelam yang Pernah Dijalaninya, Karena Hal Tersebut Tentu Akan Menyakiti Hatinya
Untuk itu, bila ada orang yang demikian diantara kita maka jangan pernah ungkin lagi masa kemudian kelam yang pernah dijalaninya, lantaran hal tersebut tentu akan menyakiti hatinya.
Berbaik sangkalah dengan perubahannya, lantaran semakin kita mempercayainya maka ia akan semakin bersemangat lantaran menemukanmu seorang sobat yang bisa menerimanya dengan penuh kasih sayang.
Sambutlah Perubahan Baiknya, dan Jadilah Kamu Sahabat yang Bisa Menuntunnya Menemukan Jalan Surga
Sambutlah perubahan baiknya, hargai keputusan baiknya, dan jadilah kita sobat yang bisa menuntunnya menemukan jalan surga, tanpa lagi mempermasalahkan siapa ia di masa lalu.
Ingatkan hati kita untuk tidak merasa paling baik, meski benar berdasarkan sebagian orang kita telah baik, lantaran bagaimanapun tidak ada yang tahu bagaimana posisi masing-masing kita di hadapan Allah.
Sumber : humairoh.com
Pict : instagram.com/idp91
Terlebih seseorang yang dulunya memang pernah terjatuh dalam kehidupan yang kelam dan penuh dengan dosa, kadang kita masih berkata “ah, bentar lagi juga balik pada kehidupannya yang dulu”. Padahal, jikalau sudah melihatnya sudah baik doakan ia agar semakin mantap dengan hijrahnya.
Kita tidak harus sejahat itu menghakimi orang lain, seharusnya kita lupakan ksalahannya, lupakan keburukannya, dan berbaik sangkalah pada hijrahnya.
Hanya Karena Dia Pernah Melakukan Kesalahan, Bukan Berarti Dia Tidak Bisa Berubah dan Tidak Pantas Dimaafkan
Lagipula, apa sih untungnya kita menghakimi dia? lantaran apapun kesalahannya di masa kemudian yaitu urusan Allah. Kita sebagai manusia yang kata orang telah baik belum tentu berdasarkan Allah juga baik, lantaran itulah mengapa kita jangan sombong merasa telah lebih baik.
Jangan merasa paling suci, apalagi dikala tahu bahwa seseorang itu pendosa berat di masa lalu, lantaran bagaimanapun kesalahannya bukan berarti ia tidak bisa berubah dan tidak pantas dimaafkan.
Berpikirlah Bijaksana, Sebab Bila Memang Dia Telah Berubah Itu Artinya Allah Telah Memberinya Hidayah
Jangan membiasakan diri memandang sebeah mata, lantaran hingga kapanpun tidak akan pernah jelas. Dan berpikirlah bijaksana, dimana kita harus selalu berpikir dan berprasangka baik.
Karena, bila memang orang tersebut telah berubah, telah menentukan hijrah, itu artinya Allah telah memberinya hidayah, dan tentunya dialah termasuk orang yang Allah sayang, hingga diberi kesempatan untuk mendekat kembali kepada-Nya.
Allah Menyayanginya, Sebab Itulah Dia Disentuh-Nya Dengan Hidayah. Tugasmu Adalah Menerimanya Dengan Penun Syukur
Iya, artinya Allah menyayanginya, walau berdasarkan kita ia yaitu pendosa dan andal maksiat di masa lalu, tapi dikala ia berubah itu bukti bahwa ia termasuk orang-orang yang Allah cinta kasihi.
OLeh lantaran itu ia Allah sentuh dengan hidayah-Nya, dengan kebaikan-Nya, hingga balasannya terketuk untuk bertaubat dan kembali ke jalan benar. Lantas kiprah kita apa? kiprah kita yaitu menerimanya dengan penuh rasa syukur, lantaran bertambah lagi sobat kita menuju jalan-Nya.
Jangan Ungkit Lagi Masa Lalu Kelam yang Pernah Dijalaninya, Karena Hal Tersebut Tentu Akan Menyakiti Hatinya
Untuk itu, bila ada orang yang demikian diantara kita maka jangan pernah ungkin lagi masa kemudian kelam yang pernah dijalaninya, lantaran hal tersebut tentu akan menyakiti hatinya.
Berbaik sangkalah dengan perubahannya, lantaran semakin kita mempercayainya maka ia akan semakin bersemangat lantaran menemukanmu seorang sobat yang bisa menerimanya dengan penuh kasih sayang.
Sambutlah Perubahan Baiknya, dan Jadilah Kamu Sahabat yang Bisa Menuntunnya Menemukan Jalan Surga
Sambutlah perubahan baiknya, hargai keputusan baiknya, dan jadilah kita sobat yang bisa menuntunnya menemukan jalan surga, tanpa lagi mempermasalahkan siapa ia di masa lalu.
Ingatkan hati kita untuk tidak merasa paling baik, meski benar berdasarkan sebagian orang kita telah baik, lantaran bagaimanapun tidak ada yang tahu bagaimana posisi masing-masing kita di hadapan Allah.
Sumber : humairoh.com
Pict : instagram.com/idp91

0 Response to "Lupakan Kesalahannya, Lupakan Keburukannya, Dan Berbaik Sangkalah Pada Hijrahnya !"
Posting Komentar