Seorang Kristiani Membangun Masjid Seharga Rp 4,9 Miliar, Alasannya Bikin Haru
Opportunities Abound
But while Americans are keenly interested in home improvement and home design and have made household names out of "Extreme Makeover: Home Edition's" Ty Pennington, professional organizer Peter Walsh from "Clean Sweep" and other home design show hosts, the fact is many don't have the time, talent or inclination to undertake such projects themselves. Or they enthusiastically take up a paintbrush, rearrange the furniture or make a stab at organizing their lives, then toss up their hands in defeat when they realize it's not as easy as it looks. (They don't put those disclaimers about contacting a professional for help at the end of shows like "Weekend Warriors" for nothing.)
Interior DesignIf you have a knack for planning spaces and coordinating furnishings and accessories, then this is the field for you. Interior designers (aka decorators, if they don't hold a degree from an accredited university or college) beautify, improve and update the appearance and functionality of interior spaces in both residential and business settings. Many specialize in a particular type of design, like kitchen design or lighting solutions, and many augment their income by selling decorative products like accessories and furniture.
Cheriyan adalah seorang seorang Kristiani. Tahun 2003 dia merantau dari India ke Uni Emirat Arab dengan bekal hanya beberapa ratus dirham saja. Lima belas tahun kemudian dia menjadi seorang pengusaha sukses.
Dia banyak beramal. Tapi yang paling banyak menjadi perhatian orang ketika Ramadhan kali ini dia meresmikan masjid yang dibangunnya dengan biaya 1.3 juta dirham atau Rp 4.9 miliar.
Masjid itu berdiri megah di kompleks East Ville Real Estate, Al Hayl Industrial Area, Fujairah, Uni Emirat Arab. Masjid tersebut bisa menampung lebih dari 500 jamaah. Cheriyan tersentuh hatinya setiap melihat para pekerja di kompleks pemukiman itu harus naik taksi untuk pergi ke masjid terdekat.
"Mereka harus mengeluarkan setidaknya 20 Dirham untuk ke kota Fujairah atau ke area industrial lainnya untuk salat Jumat di masjid. Jadi aku berpikir, jika aku membangun masjid dekat dengan tempat tinggal mereka, akan menjadi lebih baik," ujarnya kepada Gulf News.
Saat tahu Cheriyan akan membangun masjid, banyak pihak yang ingin membantu. Pemerintah akan mengratiskan air, listrik, dan fasilitas lainnya. Para dermawan pun ingin ikut menyumbang uang dan bahan material. Tapi pria 49 tahun itu menolak semuanya dengan baik-baik.
"Aku ingin membangun masjid ini dengan uangku sendiri," kata pria yang kini memiliki perusahaan bernilai 68 juta Dirham atau sekitar Rp 260 miliar itu. Ramadhan tahun ini, masjid megah berwarna putih itu sudah bisa dipergunakan umat Muslim di Fujairah.
Sumber: detik.com/read/2018/05/17/073203/4024420/1133/kisah-bos-baik-hati-bangun-masjid-agar-karyawan-tak-susah-salat?

0 Response to "Seorang Kristiani Membangun Masjid Seharga Rp 4,9 Miliar, Alasannya Bikin Haru"
Posting Komentar